• Dewan Pengurus Ranting

    Desa Pasir Angin Kecamatan Cileungsi - Bogor
  • Archives

  • Categories

  • Top Clicks

    • None

DEFINISI CINTA

Imam Ibnu Qayyim mengatakan, “Tidak ada batasan cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri; memba-tasinya justru hanya akan menambah kabur dan kering maknanya. Maka ba-tasan dan penjelasan cinta tersebut tidak bisa dilukiskan hakikatnya secara jelas, kecuali dengan kata cinta itu sendiri.

Kebanyakan orang hanya membe-rikan penjelasan dalam hal sebab-musabab, konsekuensi, tanda-tanda, penguat-penguat dan buah dari cinta serta hukum-hukumnya. Maka batasan dan gambaran cinta yang mereka berikan berputar pada enam hal di atas walaupun masing-masing berbeda dalam pendefinisiannya, tergantung kepada pengetahuan,kedudukan, keadaan dan penguasaannya terhadap masalah ini. (Madarijus-Salikin 3/11)

Beberapa Definisi Cinta:

Kecenderungan seluruh hati yang terus-menerus (kepada yang dicintai).
Kesediaan hati menerima segala keinginan orang yang dicintainya. Kecenderungan sepenuh hati untuk lebih mengutamakan dia daripada diri dan harta sendiri, seia sekata dengannya baik dengan sembunyi-sebunyi maupun terang-terangan, kemudian merasa bahwa kecintaan tersebut masih kurang. Mengembaranya hati karena men-cari yang dicintai sementara lisan senantiasa menyebut-nyebut namanya.
Menyibukkan diri untuk menge-nang yang dicintainya dan menghinakan diri kepadanya.

Pembagian Cinta

Cinta ibadah ialah kecintaan yang menyebabkan timbulnya perasaan hina kepadaNya dan mengagungkanNya serta bersema-ngatnya hati untuk menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala larangaNya.
Cinta yang demikian merupakan pokok keimanan dan tauhid yang pelakunya akan mendapatkan keutamaan-keutamaan yang tidak terhingga. Jika ini semua diberikan kepada selain Allah maka dia terjerumus ke dalam cinta yang bermakna syirik, yaitu menyekutukan Allah dalam hal cinta.

Cinta karena Allah seperti mencintai sesuatu yang dicintai Allah, baik berupa tempat tertentu, waktu tertentu, orang tertentu, amal perbuatan, ucapan dan yang semisalnya. Cinta yang demikian termasuk cinta dalam rangka mencintai Allah. Cinta yang sesuai dengan tabi’at (manusiawi), yang termasuk ke dalam cintai jenis ini ialah:

Kasih-sayang, seperti kasih-sayangnya orang tua kepada anaknya dan sayangnya orang kepada fakir-miskin atau orang sakit.

Cinta yang bermakna segan dan hormat, namun tidak termasuk dalam jenis ibadah, seperti kecintaan seorang anak kepada orang tuanya, murid kepada pengajarnya atau syaikhnya, dan yang semisalnya.

Kecintaan (kesenangan) manusia kepada kebutuhan sehari-hari yang akan membahayakan dirinya kalau tidak dipenuhi, seperti kesenangannya kepada makanan, minuman, nikah, pakaian, persaudaraan serta persahabatan dan yang semisalnya.

Cinta-cinta yang demikian termasuk dalam kategori cinta yang manusiawi yang diperbolehkan. Jika kecintaanya tersebut membantunya untuk mencintai dan mentaati Allah maka kecintaan tersebut termasuk ketaatan kepada Allah, demikian pula sebaliknya.

Keutamaan Mencintai Allah Merupakan Pokok Dan Inti Tauhid

Berkata Syaikh Abdurrahman bin Nashir Al-Sa’dy, “Pokok tauhid dan inti-sarinya ialah ikhlas dan cinta kepada Allah semata. Dan itu merupakan pokok dalam peng- ilah-an dan penyembahan bahkan merupakan hakikat ibadah yang tidak akan sempurna tauhid seseorang kecuali dengan menyempurnakan kecintaan kepada Rabb-nya dan menye-rahkan seluruh unsur-unsur kecintaan kepada-Nya sehingga ia berhukum hanya kepada Allah dengan menjadikan kecintaan kepada hamba mengikuti kecintaan kepada Allah yang dengannya seorang hamba akan mendapatkan kebahagiaan dan ketenteraman. (Al-Qaulus Sadid,hal 110)

Merupakan kebutuhan yang sangat besar melebihi makan, minum, nikah dan sebagainya.
Syaikhul Islam Ibnu Taymiyah berkata: “Didalam hati manusia ada rasa cinta terhadap sesuatu yang ia sembah dan ia ibadahi ,ini merupakan tonggak untuk tegak dan kokohnya hati seseorang serta baiknya jiwa mereka. Sebagaimana pula mereka juga memiliki rasa cinta terhadap apa yang ia makan, minum, menikah dan lain-lain yang dengan semua ini kehidupan menjadi baik dan lengkap.Dan kebutuhan manusia kepada penuhanan lebih besar daripada kebutuhan akan makan, karena jika manusia tidak makan maka hanya akan merusak jasmaninya, tetapi jika tidak mentuhankan sesuatu maka akan merusak jiwa/ruhnya. (Jami’ Ar-Rasail Ibnu Taymiyah 2/230)

Sebagai Hiburan Ketika Tertimpa Musibah

Berkata Ibn Qayyim, “Sesungguh-nya orang yang mencintai sesuatu akan mendapatkan lezatnya cinta manakala yang ia cintai itu bisa membuat lupa dari musibah yang menimpanya. Ia tidak merasa bahwa itu semua adalah musibah, walau kebanyakan orang merasakannya sebagai musibah. Bahkan semakin menguatlah kecintaan itu sehingga ia semakin menikmati dan meresapi musibah yang ditimpakan oleh Dzat yang ia cintai. (Madarijus-Salikin 3/38).

Menghalangi Dari Perbuatan Maksiat.

Berkata Ibnu Qayyim (ketika menjelaskan tentang cinta kepada Allah): “Bahwa ia merupakan sebab yang paling kuat untuk bisa bersabar sehingga tidak menyelisihi dan bermaksiat kepada-Nya. Karena sesungguhnya seseorang pasti akan mentaati sesuatu yang dicintainya; dan setiap kali bertambah kekuatan cintanya maka itu berkonsekuensi lebih kuat untuk taat kepada-Nya, tidak me-nyelisihi dan bermaksiat kepada-Nya.

Menyelisihi perintah Allah dan bermaksiat kepada-Nya hanyalah bersumber dari hati yang lemah rasa cintanya kepada Allah.Dan ada perbeda-an antara orang yang tidak bermaksiat karena takut kepada tuannya dengan yang tidak bermaksiat karena mencintainya.
Sampai pada ucapan beliau, “Maka seorang yang tulus dalam cintanya, ia akan merasa diawasi oleh yang dicintainya yang selalu menyertai hati dan raganya.Dan diantara tanda cinta yang tulus ialah ia merasa terus-menerus kehadiran kekasihnya yang mengawasi perbuatannya. (Thariqul Hijratain, hal 449-450)

Cinta Kepada Allah Akan Menghilangkan Perasaan Was-Was.
Berkata Ibnu Qayyim, “Antara cinta dan perasaan was-was terdapat perbe-daan dan pertentangan yang besar sebagaimana perbedaan antara ingat dan lalai, maka cinta yang menghujam di hati akan menghilangkan keragu-raguan terhadap yang dicintainya.
Dan orang yang tulus cintanya dia akan terbebas dari perasaan was-was karena hatinya tersibukkan dengan kehadiran Dzat yang dicintainya tersebut. Dan tidaklah muncul perasaan was-was kecuali terhadap orang yang lalai dan berpaling dari dzikir kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala , dan tidaklah mungkin cinta kepada Allah bersatu dengan sikap was-was. (Madarijus-Salikin 3/38)

Merupakan Kesempurnaan Nikmat Dan Puncak Kesenangan.
Berkata Ibn Qayyim, “Adapun mencintai Rabb Subhannahu wa Ta’ala maka keadaannya tidaklah sama dengan keadaan mencin-tai selain-Nya karena tidak ada yang paling dicintai hati selain Pencipta dan Pengaturnya; Dialah sesembahannya yang diibadahi, Walinya, Rabb-nya, Pengaturnya, Pemberi rizkinya, yang mematikan dan menghidupkannya. Maka dengan mencintai Allah Subhannahu wa Ta’ala akan menenteramkan hati, menghidupkan ruh, kebaikan bagi jiwa menguatkan hati dan menyinari akal dan menyenangkan pandangan, dan menjadi kayalah batin. Maka tidak ada yang lebih nikmat dan lebih segalanya bagi hati yang bersih, bagi ruh yang baik dan bagi akal yang suci daripada mencintai Allah dan rindu untuk bertemu dengan-Nya.

Kalau hati sudah merasakan manisnya cinta kepada Allah maka hal itu tidak akan terkalahkan dengan mencintai dan menyenangi selain-Nya. Dan setiap kali bertambah kecintaannya maka akan bertambah pula pengham-baan, ketundukan dan ketaatan kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala dan membebaskan diri dari penghambaan, ketundukan ketaatan kepada selain-Nya.”(Ighatsatul-Lahfan, hal 567)

Orang-Orang Yang Dicintai Allah Subhannahu Wa Ta’ala
Allah Subhannahu wa Ta’ala mencintai dan dicintai. Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman di dalam surat Al-Ma’idah: 54, yang artinya: “Maka Allah akan mendatangkan satu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai Allah.”

Mereka yang dicintai Allah Subhannahu wa Ta’ala :
Attawabun (orang-orang yang bertau-bat), Al-Mutathahhirun (suka bersuci), Al-Muttaqun (bertaqwa), Al-Muhsinun (suka berbuat baik) Shabirun (bersa-bar), Al-Mutawakkilun (bertawakal ke-pada Allah) Al-Muqsithun (berbuat adil).
Orang-orang yang berperang di jalan Allah dalam satu barisan seakan-akan mereka satu bangunan yang kokoh.
Orang yang berkasih-sayang, lembut kepada orang mukmin. Orang yang menampakkan izzah/kehormatan diri kaum muslimin di hadapan orang-orang kafir.
Orang yang berjihad (bersungguh-sungguh) di jalan Allah.
Orang yang tidak takut dicela manusia karena beramal dengan sunnah. Orang yang berusaha mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah sunnah setelah menyelesaikan ibadah wajib.

Sebab-Sebab Untuk Mendapatkan Cinta Allah Subhannahu Wa Ta’ala
Membaca Al-Qur’an dengan memikir-kan dan memahami maknanya. Berusaha mendekatkan diri kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala dengan ibadah sunnah setelah menyelesaikan ibadah yang wajib. Selalu mengingat Allah Subhannahu wa Ta’ala , baik de-ngan lisan, hati maupun dengan anggota badan dalam setiap keadaan. Lebih mengutamakan untuk mencintai Allah Subhannahu wa Ta’ala daripada dirinya ketika hawa nafsunya menguasai dirinya.
Memahami dan mendalami dengan hati tentang nama dan sifat-sifat Allah.
Melihat kebaikan dan nikmatNya baik yang lahir maupun yang batin.
Merasakan kehinaan dan kerendahan hati di hadapan Allah. Beribadah kepada Allah pada waktu sepertiga malam terakhir (di saat Allah turun ke langit dunia) untuk bermunajat kepadaNya, membaca Al-Qur’an , merenung dengan hati serta mempelajari adab dalam beribadah di hadapan Allah kemudian ditutup dengan istighfar dan taubat.
Duduk dengan orang-orang yang memiliki kecintaan yang tulus kepada Allah dari para ulama dan da’i, mendengar-kan dan mengambil nasihat mereka serta tidak berbicara kecuali pembica-raan yang baik.
Menjauhi/menghilangkan hal-hal yang menghalangi hati dari mengingat Allah Subhannahu wa Ta’ala .

(Disadur dari kalimat mutanawwi’ah fi abwab mutafarriqah karya Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd oleh Abu Muhammad).

Problematika Mendasar Krisis Generasi dan Solusinya

Remaja atau lebih dikenal dengan ABG (Anak Baru Gedhe) memiliki keunikan tersendiri sehingga sering menjadi obyek perbincangan, baik sisi positif maupun negatifnya. Sekalipun remaja memiliki sisi positif, akan tetapi opini yang berkembang tentang remaja lebih mengarah pada sisi negatif. Potret buram remaja semakin terbukti, dengan munculnya data tentang kenakalan remaja, mulai tawuran, aborsi, hingga narkoba.

Menurut laporan Polda Metro Jaya Jakarta, akibat tawuran pelajar 1994 tercatat 10 pelajar tewas, 23 luka berat, 1158 bus rusak dan 1261 pelajar ditahan. Tahun 1995 meningkat, korban tewas 13 orang, 19 luka berat, 800 bus rusak dan 1245 orang pelajar ditahan. Tidak cukup itu saja, seperti yang ditulis oleh Republika, April 1996, di Bali sebagai gerbang masuknya budaya asing di negeri ini, dalam setahun tercatat sekitar 3000 remaja minta aborsi. Itu dikemukakan oleh dr. Nym Mangku Karmaya, wakil ketua pengurus harian daerah Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia, Bali. Menurut Karmaya pula, usia remaja putri yang minta aborsi berkisar 13-17 tahun. Umumnya mereka duduk di bangku SLTP dan SLTA, hal ini merupakan buah dari pergaulan yang mereka praktekkan dalam kehidupan mereka. Ditambah lagi kasus-kasus baru ini yang menimpa remaja seputar narkoba menambah buram potret buram remaja, sehingga sebutan remaja yang berprestasi, intelektual dan berakhlak seakan-akan hilang dari mereka.

Seperti pepatah ” …. Panas setahun diganti hujan sehari” …… Tentunya, kita sebagai remaja tidak mau mendapat cap buruk terus menerus di tengah-tengah kehidupan ini, oleh karena itu kita harus mengetahui apa sebenarnya yang menyebabkan sampai hal ini terjadi? Dan bagaimana kita mengatasinya?

Kalau kita mengamati pembahasan perilaku remaja dulu hingga sekarang, maka kita akan dapat menyimpulkan bahwa perubahan perilaku seseorang tergantung pada persepsi/pemahaman yang ditentukan oleh informasi dan realitas/ fakta yang mendominasi dalam dirinya. Mereka mendapat informasi melalui media massa seperti TV, radio, majalah dan media yang lainnya atau lingkungan tempat mereka tinggal. Tayangan televisi mulai dari iklan, film-film barat yang mengajari pergaulan bebas seperi Melrose Place, Dawsons Greek, Beverly 90210 dan sederetan koran, majalah atau tabloid yang tidak lepas dari gambar porsa (porno biasa) dan porsi (porno istimewa)-dengan segala bentuk gambar bupati dan sekwilda-, paling tidak ikut berperan untuk membentuk karakter remaja ke arah kebebasan bergaul dan sex, dan hasilnya anda lihat sendiri mulai kasus MBA (married by accident), aborsi sampai AIDS.

Tayangan kekerasan juga ikut berpengaruh terhadap karakter emosional seseorang, sebagai salah satu bukti adalah peristiwa pembunuhan terhadap karakter emosional seseorang, sebagai salah satu bukti adalah peristiwa pembunuhan terkenal di Inggris yang menelan yang menelan seorang balita tahun 1993, James Bulger, sang korban, diculik saat ibunya di supermarket, kemudian sang penculik yang begitu terobsesi dengan tayangan kekerasan di TV dan Radio menyeretnya ke rel kereta, menghantamnya dengan bata, balok kayu dan besi, selanjutnya mayat sang bayi yang baru belajar berjalan itu diletakkan di rel tanpa ampun, tubuhnya tertelan dilindas kereta barang, pelakunya, dua bocah umur 10 tahun. Kontan jagat Inggris geger, masyarakat geram, vonispun dijatuhkan kepada keduanya diganjar hukuman tak terbatas buntutnya, hakim menghujat tayangan film dari video game yang menyandang unsur kekerasan yang diduga sebagai pemberi inspirasi kekerasan, kejahatan bagi 2 bocah ingusan tersebut.

Di samping faktor informasi dan fakta yang mendominasi, faktor kesempatan yang luas atau kelonggaran untuk melakukan tindakan maksiyat di tengah-tengah masyarakat, juga ikut berperan dalam meningkatkan kemerosotan moral remaja baik secara kualitas maupun kuantitas. Sikap masyarakat yang cuek dengan para remaja yang berlaku maksiat seakan-akan menjadi surat lisensi untuk meneruskan perbuatannya. Sedangkan negara yang seharusnya menjaga umatnya agar tidak bermaksiat pada Allah, malah memberikan sarana atau prasarana bahkan perlindungan melalui konstitusi yang dibuatnya. Maraknya film, video klip, gambar porno beredar di masyarakat, berdirinya pabrik minuman keras dan tempat-tempat maksiat legal adalah merupakan bukti yang jelas.

Bagaimana Mengatasinya ?

Remaja yang seharusnya menjadi penerus cita-cita agama dan negaranya seolah-seolah hanya fatamorgana setelah melihat fenomena diatas. Akan tetapi, sikap putus asa bukan jawabannya, melainkan harus diupayakan solusinya. Diantara upaya yang bisa kita lakukan adalah meningkatkan pemahamannya tentang Islam dalam seluruh aspek kehidupannya, dengan kata lain membentuk pola pikir Islam dengan sering mengisi otak dengan informasi Islam, baik lewat membaca atau mengkajinya.

Sedangkan ukuran terbentuknya pola pikir Islam dalam diri remaja adalah kemampuan remaja untuk menilai setiap pemikiran, fakta dan realita serta kejadian berdasarkan standar Islam, kemudian menjadikan pemahamannya sebagai bentuk praktis dalam aktivitasnya, sampai tertanam dalam dirinya pola sikap Islam, yaitu kecenderungan untuk melakukan atau meninggalkan sesuatu yang berdasarkan Islam. Sehingga remaja akan memiliki kepribadian Islam yang kaffah yang mampu menilai dan menyikapi setiap pemikiran, fakta dan peristiwa atau kejadian yang berkembang di masyarakat (Qs. 2 : 208).

Upaya inI dapat dilakukan, baik oleh remaja yang telah memiliki kesadaran Islam yang tinggi, keluarga dan masyarakat, serta negara secara serentak. Remaja mentranformasikan pemahaman keislaman yang kaffah kepada remaja yang lain, keluarga memberikan perhatian dan suri tauladan kepada remaja dari pelaksanaan nilai-nilai Islam, masyarakat mengambil peran control terhadap pola pola perilaku remaja, dan negara beserta perangkatnya -melalui institusi atau undang-undang beserta sanksi-sanksinya- melaksanakannya dengan tegas dan memberikan sanksi/hukuman terhadap segala bentuk kemaksiatan (segala sesuatu yang bertentangan dengan Islam).

PERNIKAHAN DINI

Tanpa disebutin kepanjangan inisial “PD”, sobat muda sudah ngelontok dengan inisial ini, karena hampir saban hari kita melihat klip promo sinetron “Pernikahan Dini’ di RCTI yang dibawakan oleh Syahrul Gunawan dan Agnes Monica.

Sinetron ini begitu mengena bagi pemirsanya, terutama bagi remaja yang emang dekat dengan idiom ‘PD’ alias percaya diri. Sinetron yang menceritakan Pak Duta (diperankan Rudy Salam) yang posesive membuat kedua anaknya tertekan; diperankan Attalarik Syach dan Agnes Monica. Sinetron berdurasi 60 menit ini mengisahkan dua kakak beradik yang mendambakan kasih sayang. Ortu mereka terlalu sibuk dengan urusannya masing-masing, sehingga tidak ada komunikasi yang baik antara ortu dan anak. Kalo udah begini, bisa ditebak kan, bagaimana liarnya anak-anak. Maka wajar kalo kemudian mereka terjun dalam kehidupan yang dia anggap sebagai jalan terbaik yang harus dipilih. Termasuk pergaulan bebas. Bebas yang bablas. Wes…. hewes hewes, bablas, imanne!!!

Rating alias nilai tayangan unggulan, menunjukkan sinetron “PD” ini berada di atas angin, hasil survey dari ACNielsen periode 24-30 Juni 2001 lalu, ternyata menghasilkan bahwa rating Pernikahan Dini sebesar 21,8 lebih baik dari “Wah…Cantiknya”-nya SCTV, yang pada pekan tersebut melorot menjadi 19. Dan dalam ranking, Pernikahan Dini juga berada pada posisi pertama, di atas “Wah…Cantiknya” yang menempati urutan kedua. Rupanya Pernikahan Dini akan tetap menempati posisi teratas. Kenapa bisa begitu? Pembesaran konflik, kejelasan karakter dan pelebaran peristiwa itulah yang bikin penasaran dan menunggu bagaimana bingungnya menjadi orang tua yang masih sangat belia? bagaimana kelanjutan konflik-konflik intern, yang berkembang menjadi perseteruan extern antara masing-masing orang tua pasangan tersebut. (Sumber:Buletin Sinetron)

Boleh dibilang, sinetron “PD” ini ingin menggambarkan Realita yang ada dalam pergaulan remaja saat ini. Kalo boleh mengatakan, Pernikahan Dini rada-rada mirip serial “Dawson’s Creek”-nya TPI. Tema-nya nggak lepas dari persoalan gaul remaja. Hanya saja, “PD” lebih fokus ngebahas tentang fenomena MBA alias Married by Accident. Gimana sih, kalo itu kejadian? Kayak apa sih tersiksanya? Bagaimana mengatasi kehidupan seperti itu? Bagaimana dengan masa depan kehidupan korban MBA dan juga anaknya? Kenapa bisa terjadi seperti itu? Pertanyaan-pertanyaan seputar itulah yang bikin remaja kita keranjingan menggilai sinetron ini.

Pernikahan Dini emang mewakili banget kehidupan remaja. Khususnya ketika remaja yang bergaul bebas terlanjur hamil. Sementara untuk melakukan aborsi takut, udah gitu kebetulan gacoannya mau bertanggung-jawab untuk menikahinya –meski dengan paksaan. Akhirnya ya, memilih membesarkan calon anaknya meski dengan menyandang status MBA. Namun, sebagai catatan saja, konon kabarnya Agnes Monica malah bangga dan makin cuek. Bayangkan, setelah bermain di sinetron ”Pernikahan Dini”, Agnes menjadi pe-de bahwa MBA (married by accident) merupakan solusi terbaik untuk mengatasi dampak pacaran remaja yang berbuah kehamilan. Walah, bener-bener kesleo otaknya anak ini!

Memang benar, hal yang paling menakutkan bagi remaja dalam pergaulan bebas mereka adalah masalah kehamilan dan penyakit menular. Sehingga, saat pacaran mereka selektif banget dan ketat supaya nggak terjadi kehamilan atawa tertular penyakit seksual Tapi teman remaja lupa, bahwa akar masalahnya justru aktivitas pacarannya itu. Coba, dua insan berlainan jenis yang sedang dimabuk asmara, pasti pengennya deket-deketan aja. Kalo kebetulan jauh, tinggal pencet angka-angka di telepon atawa ponsel. Lalu ketawa-ketiwi melepas kerinduan, malah nggak jarang diselingi bicara “ngalor-ngidul” yang ada sangkut pautnya dengan masalah gaul mereka. Dan bila ada kesempatan, langsung bikin janji untuk ketemu. Kalo udah gitu, jangan harap kamu bisa mengendalikan diri. Ujungnya? Hubungan “luar-dalam” pun tak mustahil bisa kamu jalani. Ih, naudzubillahi mindzalik

Pacaran = kredit zina

Tuduh-menuduh atawa tuding-menuding tentang siapa yang kudu bertanggung-jawab, boleh-boleh saja. Namun ingat, kita kudu jeli dan jangan asal tuduh, kayak gayanya pemerintah Amrik atas peristiwa 11 September kemarin, dimana Bush langsung menuduh kelompok Islam berada di balik teror tersebut. Seperti kita ketahui, saat itu lima pesawat jumbojet milik maskapai penerbangan AS jatuh dan tiga di antaranya sukses menghancurkan “simbol” kedigdayaan AS; gedung WTC (World Trade Center) dan gedung Pentagon. Nah, kalo dalam masalah MBA, kamu menuduh bahwa yang salah cewek or cowok, tentu itu nggak kena dong. Sebab, justru masalah utamanya adalah aktivitas pacarannya itu, pacaranlah biang keladinya. Jadi yang kudu dituduh or ditunjuk hidung adalah budaya jahiliyah ini. Akibat tradisi inilah hubungan antara pria dan wanita menjadi rusak, tak lagi bermakna dan nggak sakral.

Kenapa sih kamu kok kayaknya merasa kudu menjalani aktivitas pacaran? Ayo, yang merasa melakukan perbuatan dosa ini tolong jawab, tapi dalam hati masing-masing (emang dengerinnya gimana?) Pengen kenal lebih dekat? Pengen ada teman ngobrol untuk curhat? Agar bisa disebut laku? Pengen nyari suasana baru? Rugi, donk kalo ada doski cakep dianggurin? Tapi yang pasti, pacaran udah menjadi gaya hidup remaja. Bener, kayaknya kalo nggak melakukan itu takut dianggap kuno, ngeri kalo dianggap kuper, alergi kalo mendapat sebutan nggak laku, minder kalo digelari anak yang nggak punya “nafsu”, atau takut mendapat predikat anak yang punya kelainan jiwa. Wah, pokoknya banyak banget sebutan yang sengaja terus diciptakan supaya remaja ikutan dengan gaya hidup jahiliyah ini. Maka jangan heran bila semua media massa memberikan gambaran yang dibutuhkan dan harus dijalani kaum remaja, dan pacaran adalah salah satunya. Pokoke, kalo nggak pacaran, nggak gaul deh. Kalo nggak rendezvous, nggak seru. Aduh, kontan aja teman remaja yang tekor iman bisa langsung percaya dengan pameo ini. Gaswat bin bahaya, sobat.

Apa kamu mau ikut-ikutan gaya hidup remaja Barat yang liar bin binal? Perlu kamu tahu, bahwa anak gadis di sana, pada usia 17 belum juga dapat gacoan, ortunya resah, termasuk anaknya dong. Maka tak usah kaget atawa heran, kalo mereka kemudian diberikan kebebasan oleh ortunya untuk bergaul dengan teman pria mereka dengan sesuka mereka. Dengan begitu, angka seks bebas di negara yang emang membiarkan terjadi begitu, terbukti tinggi. Nah, kasus ‘PD’ bisa terjadi bila hubungan antara dua lawan jenis ini begitu dekat dan lengket. Sebab, nggak mungkin terjadi hal begituan bila hubungannya terjaga dengan benar dan baik. Sementara dalam pacaran, kamu tahu sendiri kan bagaimana aktivitasnya? Begitulah gambaran perbuatan yang nyerempet-nyerempet dengan perzinaan. Dan sudah jelas bahwa aktivtas z-i-n-a itu adalah haram. (QS al-Isrâ [17]: 32)

Nikah dipersulit, gaul bebas dipermudah

Acapkali manusia suka kebalik-balik dalam menilai suatu perbuatan.Sebab, yang jadi patokan mereka dalam berbuat cuma mengandalkan perasaan dan ogah menggunakan akalnya. Walhasil, sering dibikin pusing oleh keputusannya sendiri. Nah, dalam masalah pergaulan bebas, masyarakat suka menilai bahwa baik dan buruknya suatu perbuatan hanya dilihat dari apakah perbuatan itu menguntungkan baginya secara materi atau tidak. Itu salah besar, brur. Suer. Sebab, yang kita anggap baik, siapa tahu malah jelek dalam pandangan Allah. Dan begitupun sebaliknya. Firman Allah Swt: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (terj. QS al-Baqarah : 216).

Dipikir-pikir, mau ibadah aja kok sulitnya minta ampun, tapi mau maksiat malah dikasih jalan bebas hambatan. Wah, kebalik-kebalik emang. Coba, untuk nikah aja harus pake ngurus beragam administrasi. Mending kalo cuma ngisi formulir doang, ini pake ngisi amplop dengan duit pelicin segala. Berabe kan?. Padahal itu baru melangkah. Berikutnya, kita dihadang dengan PP yang membatasi usia pernikahan dalam UU Perkawinan, terus juga adanya larangan nggak boleh menikah saat masih sekolah. Aduh, seabrek alasan untuk menghambat pernikahan.Itu termasuk kendala eksternal. Selain itu, memang ada juga kendala internal, yakni belum siap mental dan belum mapan alias nggak punya biaya.

Bagi sebagian remaja bisa jadi dengan adanya sinetron “PD” ini makin menambah keyakinannya bahwa MBA adalah jalan terbaik bila saat pacaran mereka kebablasan. Bukan tak mungkin pula bila kemudian ada remaja yang nekat menghamili pacarnya bila hubungan mereka tak direstui oleh ortunya. Gawat kan? Dan ini sebagai bukti bahwa ternyata nikah dipersulit-kecuali kalo “kecelakaan”, tapi anehnya, perilaku gaul bebas malah dipermudah.Astaghfirallah! Inilah rusaknya sistem demokrasi. Inilah amburadulnya sistem kapitalisme. Dan yang pasti, jangan sampe “kasus” sinetron Pernikahan Dini ini kemudian mengilhami para remaja, bahwa pacaran tetep jalan terus, kalo sampe “kejadian”, gampang, tinggal minta dikawinin aja. Aduh, dengan begitu, jadi nggak takut lagi dengan perbuatan maksiat. Bener-bener ngegampangin banget dalam urusan dosa.

Dalih orang yang berpacaran sungguh tidak tepat, karena bagaimanapun tidak bisa kita mengenal lawan jenis harus dengan pacaran, itu alasan yang terlalu dibuat-buat. Buktinya orang pacaran kemudian melanjutkan hubungannya dengan mahligai perkawinan tidak sedikit yang akhirnya cerai begitu saja, apakah itu bisa menjadi alasan bahwa pacaran bisa melanggengkan hubungan cinta karena telah mengenal lawan jenisnya?Rupanya kita harus cepat-cepat ninggalin pacaran sebagai aktivitas yang tidak dibenarkan syara’ dan malah menimbulkan masalah besar.

So, apapun yang ditayangkan oleh “PD” entah itu kemajuan zaman, kehidupan glamour, cara gaul atau yang lainnya, tapi satu hal yang pasti sedang diusung oleh sinetron “PD” adalah legalitas atau pembolehan pacaran untuk dilakukan. Kalo di sinetron “PD” pacarannya Gunawan dan Dini kebablasan, maka pesan yang disampaikan oleh sinetron adalah boleh Pacaran Dulu tapi jangan sampe MBA. Namun yang namanya barang buruk tidak bisa buat contoh, bagaimanapun legalitas pacaran lewat sinetron-sinetron semacam “PD” tidaklah menyelesaikan problematika seks, yang ada justru timbulnya masalah lain yang lebih ruwet bin njlimet.

Kehamilan Dini itulah puncak dari sinetron ini, kemudian harus diteruskan pernikahan dini mereka. Trus, ortu mereka sudah sepakat untuk mengawinkan mereka, meski dengan susah payah. Nah, kamu musti jeli sobat, justru dari situlah, sinetron ini hendak meracuni remaja bahwa pacaran tetap boleh, kalaupun nanti hamil itu urusan belakangan, jangan diaborsi itu tidak manusiawi, begitulah kira-kira pesan yang dibawa “PD”. Jadi kalau ada yang mau pacaran monggo, silahkan, kalo nanti hamil, nikah aja !!! Wah, itu bener-bener cara berpikir yang miring alias tidak waras.

Come Back To Islam

Kita tentu sudah paham yang namanya remaja adalah manusia, maka pembahasan mengenai remaja tidak bisa dilepaskan dari pembahasan dia sebagai manusia. Maka dari itu kebutuhan remaja akan suka terhadap lawan jenisnya tidak bisa dipisahkan dari pembahasan manusia, bahwa manusia mempunyai potensi kehidupan yang dinamis yang senantiasa mau tidak mau membuat manusia beraktivitas dalam kehidupan ini.

Kecenderungan remaja untuk berkelompok, bergaul dengan sesama dan ingin diakui eksistensinya adalah merupakan hal yang fitrah/manusiawi, kecenderungan seperti itu bukan dihilangkan, tetapi boleh dipenuhi, hanya pemenuhannya diatur. Ketika manusia butuh makan (yang merupakan potensi manusia/ kebutuhan jasmani), kita tidak dilarang untuk makan, namun ketika kita ingin makan, mulai dari apa yang dimakan, bagaimana cara mendapatkan atau bagaimana cara makan itu ditentukan aturannya. Analog dengan hal tersebut, kebutuhan remaja untuk suka terhadap lawan jenis bukanlah dihilangkan tapi diatur.

Oleh karena itu dibutuhkan suatu aturan yang bukan aturan seperti yang diterapkan sekarang yang menerapkan paham kebebasan. Tapi dibutuhkan suatu aturan yang sesuai fitrah manusia yang tentu saja kalau dimunculkan siapa yang lebih tahu fitrah manusia adalah yang membuat manusia dalam hal ini adalah Allah, maka dari itu kita harus merujuk kepada Allah, bagaimana Allah mengatur pemenuhan kebutuhan remaja akan suka terhadap lawan jenis. Sebab Allah lebih tahu ‘benda ciptaanya’ yakni manusia sehingga DIA telah menciptakan aturan yang tentu saja sesuai fitrah manusia dan tuntas menyelesaikannya. Kita semua yakin Allah maha tahu, tentu saja kemahatuan Allah juga meliputi tentang manusia dan masalahnya. Sehinggga Allah berifrman tentang hal tersebut : “Janganlah kalian mendekati zina, karena zina itu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk” (terj. QS. Al-Isra 32)

Islam tidak hanya melarang zina, aktivitas yang mendekati zina pun dilarang seperti halnya kredit zina sehingga Islam punya langkah preventifnya, misalnya disyariatkannya pakaian muslimah bagi perempuan (jilbab) yang tidak ketat, tidak tembus pandang, tidak menyerupai pakaian laki-laki dll (terj. Qs. al-Ahzab 53, An-Nuur 31). Langkah preventif yang lain misalnya mengenai pergaulan/interaksi antar lawan jenis, Islam mengatur laki-perempuan dilarang berduan tanpa disertai mahramnya sabda Rasulullah Saw, yang artinya : “Janganlah seorang laki-laki berdua-duan dengan seorang wanita, tanpa disertai muhrimnya”

Wanita tidak diperbolehkan berhias berlebihan, menampakkan perhiasannya di depan umum. Seks itu terjadi karena ada rangsangan jika ada rangsangan untuk melakukan seks maka terjadilah seks itu, bisa saja hanya karena rangsangan bau saja terjadi hal tersebut. Misalnya wanita dilarang memakai parfum. “Apabila ada perempuan memakai wewangian, kemudian lewat di suatu kaum, dan supaya kaum tersebut mencium wewangiannya, maka wanita tersebut pelacur. (terj. HR. Annassai)

Kecenderungan seseorang terhadap lawan jenis merupakan potensi kehidupan dalam hal ini adalah naluriah, naluri itu akan muncul jikalau, ada rangsangan dari luar diri manusia, rangsangan itu bisa berupa pemikiran-pemikiran yang menjurus kepada seksualitas atau hanya berupa bacaan dan atau tontonan berbau seks. Maka dari itu besar kecilnya frekuensi dari “naluri” berpacaran sangat tergantung dari banyak-sedikitnya kamu, mengkonsumsi fakta atau pemikiran tentang pacaran, kalo kamu masih sering nonton sinetron semacam “PD” trus kamu terhanyut dalam kisahnya sudah barang pasti, jadinya adalah pacaran.

Sobat, dalam ajaran agama kita telah diatur dengan jelas, bagaimana seharusnya kita bersikap dan bertingkah laku. Tentu supaya kita selamat di dunia dan di akhirat. Jadi sebetulnya, nikah dalam usia dini lebih baik ketimbang MBA. Nikah ibadah, gaul bebas maksiat.Namun, bila kamu masih belum mampu ke arah sana. Lebih baik hindari pacaran, seringlah berpuasa, dan fokus belajar, itu solusi yang terbaik friend daripada kamu pacaran sana, pacaran sini, apa yang didapat cuman senang doang, khan? Buat apa, brur, seneng di dunia ini tapi di akhirat nanti kamu bakal torok, hih. Nggak demen khan dibilang rugi? makanya ngaji Islam, biar kamu tambah PD alias percaya diri, bukan PD-nya Sahrul dan Agnes. (LBR).

Wallahu ‘alam bishowab

Perzinaan Merajalela

Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil
________________________________________
Dan diantara tanda-tanda dekatnya hari kiamat lagi ialah banyaknya perzinaan di kalangan manusia. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitahukan bahwa yang demikian itu termasuk tanda-tanda hari kiamat (telah dekatnya hari kiamat). Diriwayatkan dalam Shahihain dari Anas Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Sesungguhnya diantara tanda-tanda akan datangnya hari kiamat ialah …. (diantaranya) akan merajalelanya perzinaan”. (Shahih Bukhari, Kitab Al-Ilm, Bab Raf’il Ilmi wa Zhuhuril Jahli 1:178. Shahih Muslim Kitab Al-Ilm, Bab Raf’il Ilmi wa Qabdhihi wa Zhuhuril Jahil wal Fitani Fi Akhiriz Zaman 16:221)
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata. Rasulullaah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Akan datang pada manusia tahun-tahun yang penuh tipu daya (kemudian beliau melanjutkan sabdanya, yang diantaranya) dan akan tersebar padanya perzinaan”. (Mustadrak Al-Hakim 4:512. Beliau bersabda, “Ini adalah hadits yang shahih isnadnya, hanya saja Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya”. Adz-Dzahabi juga menyetujui perkataan Hakim ini. Dan dishahihkan pula oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir 3:212, nomor 3544 dan beliau tidak menyebut “dan akan tersebar ‘fahisyah/perzinaan”)
Dan lebih besar lagi daripada itu ialah menghalalkan zina. Diriwayatkan dalam kitab Shahih dari Abi Malik Al-Asy’ari bahwa dia mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Sungguh akan ada dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan (menganggap halal) perzinaan dan sutera”. (Shahih Bukhari, Kitab Al-Asyrabah, Bab Majaa-a Fiman Yastahillu l-Khamra wa Yusammihi bi Ghairi Ismihi 10:51)
Dan pada akhir zaman, setelah lenyapnya kaum mukminin, tinggallah orang-orang yang jelek, yang seenaknya saja melakukan persetubuhan seperti himar, sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadits An-Nawwas Radhiyallahu ‘anhu.
“Artinya : Dan tinggallah manusia-manusia yang buruk yang seenaknya saja melakukan persetubuhan seperti himar. Maka pada zaman mereka inilah kiamat itu datang”. (Shahih Muslim, Kitab Al-Fitan wa Asyrathis Sa’ah, Bab Dzikri Ad-Dajjal 18:70)
Dan diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda.
“Artinya : Demi Allah yang diriku di tangan-Nya, tidaklah akan binasa umat ini sehingga orang-orang lelaki menerkam wanita di tengah jalan (dan menyetubuhinya) dan diantara mereka yang terbaik pada waktu itu berkata. ‘Alangkah baiknya kalau saya sembunyikan wanita ini di balik dinding ini”. (Riwayat Abu Ya’la, Al-Haitsami berkata. ‘Perawi-perawinya adalah perawi-perawi Shahih’. Majma’uz Zawaid 7:331)
Al-Qurthubi di dalam kitabnya Al-Mufhim Limaa Asykala Min Talkhiishi Muslim, dalam mengomentari hadits Anas di atas mengatakan. “Dalam hadits ini terdapat tanda kenabian, yaitu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitahukan beberapa perkara yang akan terjadi, lalu secara khusus telah terjadi pada zaman sekarang ini”.(Fathul-Bari 1:179)
Kalau hal ini telah terjadi pada zaman Al-Qurthubi, maka pada zaman kita sekarang ini lebih banyak lagi, mengingat semakin banyaknya kebodohan (tentang Ad-Din) dan semakin tersebarnya kerusakan di antara manusia.
Disalin dari buku Asyratus Sa’ah, Pasal Tanda-Tanda Kiamat Kecil oleh Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil, MA. edisi Indonesia Tanda-Tanda Hari Kiamat terbitan Pustaka Mantiq, hal. 106-108. Penerjemah Drs As’ad Yasin dan Drs Zaini Munir Fadholi.

Gaul, Syar’i, dan Mabda’i

Eh, ikut gaul emang asyik, lho. Coz lewat pergaulan banyak informasi yang
kita dapetin. Malah kita juga bisa update informasi yang kita punya. Dari
perkembangan teknologi ampe gaya hidup yang lagi trendi. Dari sekadar info
selebritis hingga tempat jajanan yang laris. Semuanya lengkap. Dan tentu
kita bakal nge-rasa pede dalam bergaul kalo nggak ketinggalan informasi.
Nggak jadi kambing congek pas sohib-sohibnya lagi ribut karena nggak nyangka
Adit, akademia dari Surabaya bisa tereliminasi. Nggak cuma mupeng liat
orang-orang asyik browsing and chatting. Apalagi sampe ke-bingungan pas
ketiban rezeki dipinjemin Nokia Comunicator 9210i. Pokoknya, kita nggak
bakal dapet julukan ‘pejabat gatek’ alias pemuda jaman batu yang gagap
teknologi. Hahahaha

Ngomong-ngomong, ada juga lho temen kita yang nggak ngerasa asyik kalo ikut
gaul. Iya, katanya doi takut kebawa-bawa ama pengaruh buruk pergaulan.
Karena dalam pergaulan kan bukan cuma kecanggihan teknologi, tapi ada juga
gaya hidup trendi yang diadopsi dari negerinya Britney Spears. Lebih banyak
Having fun daripada manfaatin masa muda. Kalo nggak ngikut, dibilangnya
nggak solider. Apalagi ama temen deket. Repot banget kalo kudu nolak
ajakannya. Kalo diajak makan sih mending. Nah kalo diajak ngedugem, free
sex, narkoba, atawa malak. Gaswat banget kan?

Nah, sobat muda muslim. Ternyata nggak semua remaja doyan gaul. Ada yang
mikir mendingan tersisihkan dari pergaulan daripada jadi korban. Pendapat
ini nggak salah, karena kita nggak bisa bo’ong kalo remaja yang jadi korban
salah gaul makin banyak. Tapi ada juga yang bilang justru remaja kudu gaul
biar potensi dirinya berkembang. Ini juga bener. Karena sebagai makhluk
sosial, sulit buat kita hidup tanpa orang lain. Lantas gimana dong?

Berikut penuturan seorang psikolog, Bpk. Zainun Mu’tadin, SPsi., MSi tentang
remaja. Beliau bilang, remaja sama seperti makhluk hidup lainnya bakal
melewati masa penyesuaian diri. Guru biologi kita bilang kemampuan
beradaptasi. Seperti yang dilalui burung penguin hingga kulitnya tahan
dingin walau nggak pake sweater atau syal.

Gitu juga yang dialami jerapah hingga lehernya panjang biar bisa makan
pucuk-pucuk daun. Dalam istilah psikologi, adaptasi itu disebut adjusment.
Yaitu suatu proses untuk mencari titik temu antara kondisi diri sendiri dan
tuntutan lingkungan (Davidoff, 1991). Ka-rena itu karakter remaja akan
sangat dipenga-ruhi oleh faktor lingkungan tempat doi beradaptasi. Catet
yoo!

Nah, ternyata dari sisi teori bergaul emang penting buat remaja. Karena
lewat pergaulan, remaja akan dididik secara tidak langsung untuk
menyesuaikan sisi pribadi maupun sosialnya dengan lingkungan sekitar.
Supaya bisa tetep diakui keberadaannya. Tapi, seperti orang bilang, teori
nggak selalu berbanding lurus ama praktiknya di dunia nyata. Makanya kita
kudu intip fakta pergaulan remaja biar punya sikap terbaik dalam bergaul.
Yuk? Ngikuuut…!

Gaul trend masa kini

Anak gaul nggak boleh amburadul. Prinsip ini yang sering dipegang teguh ama
temen-temen remaja sekarang. Bener lho. Penampilan bagi remaja setara dengan
harga diri. Buruk penampilan alamat terkucil dari pergaulan. Maka-nya tren
penampilan remaja nggak ada matinya. Dari gaya rambut, pakaian, sampe
aksesoris semuanya kudu trendi.

Gaya rambut lurus, hitam, bebas ketombe, bebas kutu, bebas pajak, atau bebas
parkir jadi impian remaji (remaja putri). Meski rambutnya kriba alias kribo
abis, bukan hambatan untuk ikut kontes rambut indah sunsilk. Kalo perlu
di-rebonding abis-abisan pake mobil galendong yang biasa ngeratain jalan
yang mau diaspal. Untuk urusan pakaian juga sama. Basi bin kuno kalo
pakaiannya nggak irit bahan, full press body, atau nggak bikin adre-nalin
cowok marathon. Malah nggak sedikit yang mengamalkan lirik lagunya Tata
Young yang Sexy, Naughty, Bitchy. Walah!

Anak cowok juga nggak mau ketinggalan. Penampilannya pengen kayak Samuel
Rizal atau Nicholas Saputra yang termasuk 11 cowok terseksi dari layar lebar
versi tabloid tv remaja, Gaul. Punya kekuatan magnet untuk menarik
cewek-cewek kece. Gimana nggak, badan macho, seksi, plus camera face. Tahu
kan camera face? Itu lho tipe wajah yang mirip kamera. Baik yang pake blitz
maupun yang nggak. Cocok nongkrong di etalase studio foto bareng kodak (apa
kodok neh?). Hehehe….

Gaya rambut yang trendi, pakaian yang seksi, atau badan yang macho belon pas
tanpa dilengkapi aksesoris. Topi, kalung, anting, gelang, tas, arloji,
ponsel, walkman, atau mp3 player. Semuanya kudu yang paling anyar bin
canggih. Nggak boleh ketinggalan juga informasi terbaru seputar tokoh idola,
musik, film, atau dunia olahraga. Setelah semua peralatan dan perbekalan
seperti di atas udah lengkap, tiba saatnya bagi remaja en remaji untuk unjuk
gigi tebar pesona. Di sekolah, kantin, perpustakaan, mal, ang-kot, mikrolet,
atau metro mini. Pede banget boo!

Tapi ngomong-ngomong, buat apa rem-aja-remaji bela-belain penam-pilannya?
Ih. Plis deh….jangan ‘ppo’ (pura-pura o’on) gitu dong. Ya tentu untuk
menarik perha-tian lawan jenis dong. Soalnya obrolan seputar tips en trik
jitu untuk curi pandang cari perhatian dari lawan jenis udah jadi menu
wajib remaja di se-tiap kesempa-tan. Kan nggak enak kalo ngedugem, ngeliat
konser AFI, nonton Di Sini Ada Setan the Movie, atau ngisi perut paket Hokka
Irrito cuma sendiri. Asyiknya ditemenin demenan. Selain ada temen ngobrol,
kali aja doi juga bisa nraktir. Matre banget neh! Bukan anak gaul namanya
kalo nggak punya hasrat untuk berpacaran atau gaul bebas yang kian tanpa
batas…. tas… tas…

Sobat muda muslim, nggak salah kan kalo kita bilang gaul remaja kian hari
kian identik dengan gaya hidup hedonis. Gaya hidup yang mengejar kesenangan
dunia semata. Materi, popularitas, dan penampilan jadi tujuan utama. Mereka
cenderung untuk lebih memilih hidup enak, mewah, dan serba kecukupan tanpa
harus bekerja keras. Buat yang banyak doku, bisa aja ngikutin gaya hidup
ini. Tapi buat yang kere, bisa-bisa malah ikutan casting artis Patroli,
Sergap, atau Tangkap.

Gaya hidup ini juga melahirkan remaja bermental instan. Nggak mau jalanin
proses untuk dapetin keinginannya. Yang penting hasil. Kalo ada jalan tikus
atau pintu belakang, ngapain juga susah-suah lewat depan yang dijaga satpam
en kudu permisi segala. Makanya nggak heran kalo yang ikut audisi AFI dan
Indonesian Idol bejibun banget demi status seorang bintang. Udah gitu,
mereka juga nggak gitu peduli ama orang lain. Yang penting dirinya sukses
dan segala kebutuhannya terpenuhi. EGP (Emang Gue Pikirin alias
individualis) banget tuh!

Gaul syar’i tetep trendi

Sobat muda muslim, pasti kita nggak pengen dong dibilang gagap teknologi en
minim informasi karena kita jarang gaul. Padahal kita yang punya peran
mengembalikan kejayaan Islam dan kaum Muslimin. Bisa-bisa entar malah
dianggap asing oleh umat kayak Tarzan tour ke Metropolitan. Memang,
pergaulan remaja sekarang udah nggak islami. Tapi bukan berarti kita nggak
gaul. Tetep aja ada kewajiban bagi kita untuk memperhatikan kondisi
sodara-sodara kita. Lha, nanti kalo jadi korban per-gaulan yang salah
gimana?

Nggak usah takut. Karena kita punya Islam. Ya, Islam yang kita pelajari,
yakini, amalkan, dan dakwahkan bakal menjadi pelindung kita. Makanya kita
sebagai remaja muslim boleh aja ikut trendi pake aksesories. Tapi dengan
catatan, cuma terkait dengan hal-hal yang sifatnya mubah. Misalnya
perkem-bangan teknologi. Kita nggak diharamkan punya ponsel terbaru yang
bisa SMS, EMS, atau MMS plus dilengkapi kamera, radio, atau internet. Malah
kita bisa kirim-kiriman sms tausyiah atau tahajjud call at the middle of the
night kepada temen kita. Kan lumayan buat tabungan di akhirat.

Dalam berpenampilan pun Islam nggak mengharuskan hambanya untuk kumel, lecek
bin dekil. Pokoknya bersih, suci dan diperoleh dari jalan halal. Itu
sebabnya, remaja putri boleh pake kerudung bermotif bunga dihiasi renda yang
bagian pinggirnya dineci. Tapi tetep kudu rapi sampai menutupi dada, nggak
kayak kudung gaul yang amburadul.

Jangan lupakan juga jilbab (pakaian kurung yang longgar, tidak transparan,
dan tidak ketat) yang melengkapi kerudung. Model atau desainnya silahkan
bervariasi. Apa mau motif bunga, pohon, binatang, pemandangan, perumahan,
atau perkotaan. Sesuai selera lah. Kainnya juga boleh ‘ngejreng’ dan
warna-warni kayak pelangi. Asal jangan tengsin aja kalo ada yang ngatain
badut. Sundut terus!

Untuk anak laki juga kemana-mana nggak harus pake peci, sarung, koko plus
sendal biar mencirikan muslim. Soalnya setelan kayak gitu lebih mirip
anak-anak yang mo ikutan sunatan massal. Sok aja mo pake celana panjang,
Levis, Lea, Pantalon, yang dipadukan kemeja atau kaos Dagadu, C59, atau H&R.
Asal jangan nggak pake baju or celana aja. Buat anak laki yang punya
jenggot, boleh aja dipanjangin. Tapi nggak usah dikepang kayak si Erwin Dr
PM.
Apalagi sampe dipakein wig atau sanggul. Biar sama-sama rambut tetep aja
nggak cocok. Huhuy!

Satu lagi yang kudu kita perhatiin. Kemampuan kita untuk berpenampilan
trendi atau kecang-gihan teknologi yang dipunya jangan sampe bikin kita jadi
sombong atau arogan. Ingat baik-baik lho sabda Rasulullah saw. seperti ini.
BIar kita juga enak gitu lho. Biar ati-ati banget dalam setiap perbuatan
kita: “Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada kesombongan ada
kesombongan (meski hanya) seberat dzarrah. Lalu seorang sahabat bertanya,
“ada kalanya seseorang menyukai pakaian yang indah dan sepatu yang bagus.”
Maka Rasulullah saw. menjawab “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai
keindahan. Sombong itu adalah menolak kebenaran dan menganggap remeh orang
lain.” (HR Bukhari).

Tetep kudu mabda’i

Bener sobat. Meskipun ikut trendi kita tetep kudu mabda’i alias ideologis.
Artinya, ketika gaul tentang segala hal, jadikan sebagai informasi pelengkap
untuk dianalisis dan kita sampaikan lagi ke orang lain dengan sudut pandang
Islam. Jadi, kita dan temen-temen nggak mudah tergoda untuk ikutan tren yang
nggak bener. Apalagi sampai terjerumus ke dalam pola hidup Barat yang
sekuler. Nggak deh!

Makanya kita boleh nyari informasi seputar kehidupan selebritis, film baru
yang lagi diputar di twenty one, atau musik yang lagi banyak digandrungi.
Biar nggak ketinggalan informasi. Lebih bagus lagi kalo kita juga ‘ngeh’ ama
tren gaya hidup remaja. Kan aneh kalo kita bilang pacaran itu haram.
Sementara kita nggak punya wawasan tentang asal-muasal pacaran, akibat yang
ditimbulkan, dan solusi yang ditawarkan. Pokoke kudu komplit biar nggak
tulalit. Jangan sampe berbelit-belit!

Gimana caranya biar tetep mabda’i? Ngaji solusinya. Tentu yang dikaji adalah
Islam sebagai sebuah ideologi. Islam sebagai sebuah aturan hidup yang bisa
memfilter budaya sekular dan ide-ide rusak yang berasal dari Barat. Nggak
cuma itu, sebagai sebuah ideologi, Islam juga mampu membimbing kita dalam
memecahkan setiap masalah yang dihadapi.

Oya, harus dipahami bahwa dalam kondisi masyarakat yang amburadul seperti
sekarang ini, kita harus selektif, Bro. Buat apa tampil “gaul” kalo harus
mengorbankan akidah, iya nggak seh? Mendingan perdalam Islam supaya bisa
selamat dunia dan akhirat. Pelajari Islam, pahami sebagai sebuah ideologi.

Perlu kamu catet baik-baik, bahwa Islam nggak pernah kok ‘alergi’ dengan
yang namanya perkembangan jaman. Welcome aja. Nggak masalah kok. Tapi dengan
catatan, perkem-bangan jaman itu wajib sesuai dengan ajaran Islam. Kalo
nggak? Ke laut aja deh!

Intinya sih, kamu boleh aja gaul tren, tetep syar’i, juga mabdai. Oke?
[hafidz]

Antara Ukhuwah dan Pacaran

Maksud hati ingin ukhuwah dengan lawan jenis, tapi malah terjebak dalam pacaran. Tadinya pengen menjalin ukhuwah islamiyah, tapi apa daya kecemplung jadi demenan. He..he.. jangan heran atuh, sebab hubungan dengan lawan jenis itu rentan banget disusupi oleh perasaan-perasaan lain yang getarannya lebih dahsyat. Apalagi kalo ditambah naik bajaj, dijamin tambah menggigil karena vibrasinya kuat banget [apa hubungannya?] ?

Sobat muda muslim, sesama aktivis masjid atau organisasi kerohanian di sekolah dan kampus, selalu saja muncul hal-hal tak terduga. Cinta lokasi kerap mewarnai perjalanan hidup mereka. Iya dong, aktivis juga kan manusia. Wajar banget dong untuk merasakan hal-hal seperti itu. Apalagi mereka sama-sama sering bertemu. Bukankah pepatah Jawa mengatakan, witing tresno jalaran soko kulino sering jadi rujukan untuk menggambarkan perasaan itu? Ati-ati!

Hmm… rasa cinta itu muncul karena seringnya bersama atau bertemu, begitu maksudnya? Yup, kamu cukup cerdas dalam masalah ini. Iya, jadi jangan kaget or heran kalo sesama aktivis pengajian muncul perasaan itu. Apalagi di antara mereka udah saling mengetahui kebiasaan masing-masing. Dijamin perasaan ‘ser-seran’ keduanya dijembatani oleh seringnya komunikasi dan frekuensi pertemuan. Udah deh, panah-panah asmara mulai dilepaskan dari busur masing-masing dalam nuraninya. Duh gusti, itu artinya sang panah asmara siap menembus hati masing-masing. Siap memekarkan bunga-bunga di taman hati mereka. Seterusnya, jatuh hati dan saling memendam rindu. Uhuy!

Jadi, kalo nggak kuat-kuat amat imannya, kamu bakalan melakoni aktivitas pacaran sebagaimana layaknya dilakukan oleh mereka yang masih awam sama ajaran agama. Nggak terasa, di antara kamu mulai berani janjian untuk ketemu di masjid. Walau mungkin masih malu-malu. Tapi jangan salah lho, jika nafsu udah jadi panglima, akal sehat kamu pasti keroconya. Kamu lalu deklarasi, “akal sehat saatnya minggir!”.Waduh, gimana jadinya kalo sesama aktivis malah terjebak dalam perasaan-perasaan seperti ini?

Sobat muda muslim, memang ukhuwah itu tidak dibatasi cuma kepada satu jenis manusia aja, tapi kepada dua jenis sekaligus, yakni laki dan wanita. Bahkan ukhuwah islamiyah berdimensi sangat luas, yakni nggak dibatasi oleh waktu dan tempat. Kapan pun dan di mana mereka berada, asal mereka adalah muslim, itu saudara kita. Hanya saja, untuk ukhuwah dengan lawan jenis, memang ada aturan mainnya sendiri, sobat. Nggak sembarangan, atau nggak sebebas dalam bergaulnya seperti kepada teman satu jenis. Itu sebabnya, kita bahas masalah ini di buletin kesayangan kamu ini. Betul? Loading…

Ketika cinta mulai menggodaRasa cinta itu unik. Nggak mengenal status seseorang, dan juga suka tiba-tiba aja datang. Hadir dalam jiwa, menggerogoti hati, mengaduk-mengaduk perasaan, yang akhirnya muncul rasa suka dan rindu. dah, banyak pujangga yang berhasil menorehkan kata-kata puitisnya tentang cinta. Sebab cinta itu naluriah. Pasti dimiliki oleh seluruh manusia, termasuk hewan. Allah udah memberikan rasa itu kepada manusia. Firman-Nya: “Dijadikan indah pada [pandangan] manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak,” [QS Ali Imraan [3]:14]

Nah, gimana jadinya kalo sesama aktivis pengajian muncul rasa cinta? Nggak masalah. Sah-sah saja kok. Bahkan sangat mungkin terjadi. Itu naluriah. Cuma, tetap harus aman dan terkendali. Nggak bolehmengganggu

stabilitas nasional [ciiee.. bahasanya pejabat banget tuh!]. Iya, saat cinta menggoda, jarang yang bisa bertahan dari godaannya yang kadang menggelapkan mata dan hati seseorang. Jangan heran dong kalo sampe ada yang nekat pacaran. Wah, aktivis pengajian kok pacaran?

Sobat muda muslim, itu sebabnya kamu kudu bisa jaga diri. Ukhuwah islamiyah di antara sesama aktivis pengajian tentunya nggak dinodai dengan perbuatan yang mencemarkan nama baik organisasi, nama baik kamu, nama

baik sesama aktivis pengajian, dan yang jelas kesucian Islam. Jangan sampe ada omongan, “aktivis pengajian aja pacarannya kuat, tuh! Muna deh!”. Coba, gimana kalo sampe ada yang bilang begitu? Nyesek banget kan? Jelas lebih dahsyat dari wabah SARS tuh! Upss…

Kalo udah gitu, bisa ngerusak predikat tuh. Bener. Sebab, serangan kepada orang yang punya predikat ‘paham agama’ lebih kenceng. Jadi kalo ada aktivis pengajian yang pacaran, orang di sekililing mereka dengan sengit mengolok-olok, mencemooh, bahkan mencibir sinis. Kejam juga ya? Bandingkan dengan orang yang belum paham agama, atau nggak aktif di organisasi kerohanian Islam, biasa-biasa aja tuh.Sobat, inilah semacam ‘hukuman sosial’ yang kudu ditanggung seseorang yang udah dipandang ngerti. Padahal, sama aja dosanya. Tapi, seolah lebih besarkalo itu dilakukan oleh aktivis pengajian. Gawat!

Wajar juga sih pandangan seperti itu. Sebab, umat kan lagi nyari siapa yang dapat ia percayai dan teladani dalam kehidupannya. Jadi, jangan khianati kepercayaan mereka kepadamu hanya gara-gara soal cinta yang kebablasan. Sebab, mereka menganggap bahwa kamu mampu menjaga diri dan mungkin orang lain. Nah, kalo kemudian kamu melakukan perbuatan yang merendahkan martabatmu, rasanya pantes banget kalokemudian mereka nggak percaya lagi sama kamu yang aktif di pegajian. Betul apa betul?

Sobat muda muslim, cinta seketika bisa datang menggoda, hadir dalam jiwa, memenuhi rongga dada, dan membawa asa yang menghempaskan segala duka yang pernah ada. Hmm.. kalo itu yang kamu rasakan, harap hati-hati. Ukhuwah di antara kamu jangan dinodai dengan aktivitas bejat, meskipun atas nama cinta. Berbahaya. Jangan heran kalo Kahlil Gibran pernah bikin puisi seperti ini: “Cinta berlalu di hadapan kita,terbalut dalam kerendahan hati, tetapi kita lari darinya dalam ketakutan, atau bersembunyi di dalam kegelapan; atau yang lain mengejarnya, untuk berbuat jahat atas namanya”

Jaga jarak aman! Idih, emangnya mengendarai mobil sampe dibilang jaga jarak aman? He..he..he… jangan salah euy, justru yang berbahaya adalah karena seringnya deketen, apalagi sampe gesekan segala [emangnya kartu kredit main gesek?].

Jaga jarak aman adalah cara ampuh menjaga hati kita untuk tidak melakukan aktivitas berbahaya. Bukankah seringkali kamu tak berdaya jika deketan sama orang yang kamu incer? Sebab, kalo nggak diatur dengan batasan ajaran agama, kamu bisa kebablasan berbuat tuh. Bener. Jangan sampe kamu lakuin.

BTW, apa aja sih batasan bergaul dengan lawan jenis, khususnya sesama aktivis? Iya, biar kita jadi ngeh, apa yang boleh dilakukan dan mana yang terlarang untuk dilakoni. Supaya ukhuwah kita nggak bias dengan pacaran.

Pertama, kurangi frekuensi pertemuan yang nggak perlu. Memang, kalau sudah cinta, berpisah sejam serasa 60 menit, eh maksudnya setahun. Bawaannya pengen ketemu melulu. It’s not good for your health, guys! Ini nggak sehat. Perbuatan seperti itu bukannya meredam gejolak, tapi akan memperparah suasana hati kita. Pikiran dan konsentrasi kita malah makin nggak karuan. Selain itu bukan mustahil kalau kebaikan yang kita kerjakan jadi tidak ikhlas karena Allah. Misal, karena si doi jadi moderator di acara pengajian, eh kita bela-belain datang karena pengen ngeliat si doi, bukan untuk nyimak pengajiannya itu sendiri.

Yup, kurangi frekuensi pertemuan, apalagi kalau memang tidak perlu. Kalau sekadar untuk minjem buku catatan, ngapain minjem pada si doi, cari aja teman lain yang bisa kita pinjam bukunya. Lagipula, kalau kamu nggak sabaran, khawatir ada pandangan negatif dari si doi. Bisa-bisa kamu dicap sebagai ikhwan atau akhwat yang agre [maksudnya agresif]. Zwing…zwing.. gubrak!

Kedua, jangan ‘menggoda’ dengan gaya bicara dan penampilan yang gimanaa.. gitu. Jadi, ketika kamu berbicara dengan lawan jenis harus diperhatikan intonasi dan gaya bicaranya. Bagi wanita, jangan sekali-kali ketika berinteraksi dengan anak cowok menggunakan gaya bicara yang mendayu-dayu kayak penyanyi dangdut. Suaranya dibuat merdu merayu hingga menyisakan rasa penasaran yang amat sangat bagi kaum lelaki. Wow! Firman Allah: “Jika kamu bertakwa, maka janganlah kamu terlalu lemah lembut [mengucapkan perkataan, nanti orang-orang yang dalam hatinya ragu ingin kepadamu. Dan berkatalah dengan perkataan yang baik. “ [QS. al-Ahzab [33]: 32]

Ketiga, menutup aurat. Nggak salah neh? Kalo aktivis kan udah ngeh soal itu Bang? Bener. Harusnya memang begitu. Tapi, banyak juga yang belum tahu bagaimana cara mengenakan busana sesuai syariat. Akhwatnya masih pake kerudung gaul yang ‘cepak’ abis! [kalo yang bener kan ‘gondrong’. He..he..]. Iya, kerudungnya aja modis banget. Pake lipstik lagi bibirnya. Bedakannya tebel banget pula. Minyak wanginya? Bikin ikan sekom ngapung!

Jadi buat para akhwat, jangan tabarujj deh. Duh, kebayang banget lucunya kalo aktivis pengajian tabarujj alias tampil pol-polan dengan memamerkan kecantikannya. Jangan ya, Allah Swt. berfirman: “…dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu” [QS al-Ahzab [33]: 33]

Banyak lho yang mengaku aktivis masjid tapi kelakuannya masih begitu. Jadi, mari kita sama-sama membenahi diri kita dan juga teman-teman yang lain sesama aktivis masjid. perubahan memang butuh proses. Tapi, kudu dimulai dari sekarang. Siap kan? Heu-euh!

Keempat, kurangi berhubungan. Mungkin ketemu langsung sih nggak, tapi komunikasi jalan terus tuh. Mulai dari sarana ‘tradisional’ macam surat via pos, sampe yang udah canggih macam via telepon, HP, dan juga internet. Wuih, ketemu langsung emang jarang, tapi kirim SMS dan

nelponnya kuat. Apalagi kalo urusan chatting, pake ada jadwalnya segala. Udah gitu, kirim-kirim e-mail pula. Hmm… jadi tetep berhubungan kan? Emang sih bukan masuk kategori khalwat. Tapi kan bisa menumbuhkan rasa cinta, suka, dan sayang? Nggak percaya? Jangan dicoba!He..he..

Kelima, jaga hati. Ya, meski sesama aktivis pengajian, bisikan setan tetap berlaku. Bahkan sangat boleh jadi makin kuat komporannya. Itu sebabnya, kalo hatimu panas terus karena panah asmara itu, dinginkan hati dengan banyak mengingat Allah. Mengingat dosa-dosa yang udah kita lakukan ketika sholat dan membaca al-Quran. Firman Allah Swt.: “Ingatlah dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” [ar-Ra’du [13]: 28]

Oke deh, kamu udah punya modal sekarang. Hati-hatilah dalam bergaul dengan teman satu pengajian. Jaga diri, kesucian, dan kehormatan kamu dan temanmu. Jangan nekat berbuat maksiat. Kalo udah TKD alias Teu Kuat Deui, segera menikah saja [kalo emang udah mampu]. Kalo belum mampu? Banyakin aktivitas bermanfaat dan seringlah berpuasa.

Emang sih kalo pengen ideal, kudu ada kerjasama semua pihak; individu, masyarakat dan juga negara. Hmm.. soal cinta juga urusan negara ya? Negara wajib meredam dan memberantas faktor-faktor yang selalu ngomporin masyarakat untuk berbuat yang nggak-nggak. Betul? Jadi, jangan sampe ukhuwah kita berubah jadi demenan! Catet yo.?

-taken from : Penjaga_ Hati@ikhlas.com

AIDS, SEKS DAN REMAJA dalam pandangan Islam

Peneliti dari Northwestern University yakin bahwa pandemi alias wabah asli AIDS berawal dari Afrika bagian barat tengah sekitar tahun 1930-an, beberapa dasawarsa lebih awal ketimbang dugaan sebelumnya. Teori baru ini telah mencetuskan pengamatan sejarah pada peristiwa yang belum dikaitkan dengan penyebaran HIV, seperti pembangunan rel kereta api di Afrika di awal abad ke-20. Aneh, apa hubungannya rel kereta api dengan AIDS? Udah, terusin aja bacanya, deh!

Sebuah simulasi komputer yang rumit mengenai evolusi HIV telah memprediksi tahun 1930-an adalah tahun awal. Kemudian beberapa asumsi muncul kayak yang satu ini, yakni tatkala pemerintahan kolonial Prancis di Afrika bagian barat melakukan kerja paksa untuk membangun rel kereta api. Kemudian karena para pekerja paksa itu kekurangan makanan, diperkirakan mereka berburu binatang liar di hutan, lalu tertular HIV dari hewan primata yang mereka makan.

Rel kereta api Kongo sampai Samudera juga diasumsi ada korelasi yang sangat dekat dengan kasus HIV pertama, di kota Kinshasa. Peristiwa sejarah lainnya, juga demikian, misalnya pengembangan kebun binatang dan penangkapan simpanse yang menggigit, mungkin juga menjadi faktor dalam penyebaran HIV. (Chicago Tribune, 31 Januari 2000). Di sumber lain, penyakit ‘kutukan’ tersebut didiagnosa pertama kali pada tahun 1980.

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah penyakit rontoknya kekebalan tubuh yang disebabkan HIV (Human Immuno Deficiency Virus), yakni virus HTLV-III (Human T-Cell Lymphotropic Virus-III, ditemukan tahun 1980), yang menyerang sel darah putih lymphocyte T-4. Setelah sel T-4 ini digempur HTLV-III, organisme racun (toxoplasma) berkembang, menyusup ke dalam tubuh lewat peredaran darah, lantas memproduksi bisul bernanah di otak, paru-paru, jantung, hati dan limpa. Selanjutnya, ini mengakibatkan matinya jaringan sel, kista dan berbagai kerusakan sel-sel otak. Nah, dengan rontoknya sistem kekebalan tubuh itu, maka berbagai penyakit yang menyerbu tubuh penderita, pasti bakal susah untuk disembuhkan. Flu ringan sekalipun akan sulit sembuh bagi penderita AIDS. Ya, makin lama makin menggerogoti tubuh penderita dan tak mustahil berakhir dengan kematian. Wuah, ngeri buanget, khan, Brur!

Gimana nggak, bila ada yang menderita flu terus-terusan (nggak sembuh-sembuh) disertai munculnya bintik-bintik merah di sekujur tubuh, badan makin kurus kering, lidah berjamur, gemeteran, diare terus-terusan, demam, berkeringat di waktu malam, kelelahan di sekujur tubuh, sulit menelan dan bicara, napas tersengal-sengal… wah, hati-hati, itu gejala AIDS. Tapi itu akan dialami setelah 5 sampai 10 tahun begitu positif terserang HIV. Jadi yang sekarang kelihatan sehat-sehat, belum tentu tidak kena AIDS. Bagaimana dengan jumlah penderitanya? wow, ibarat fenomena gunung es, Friend. Kecil di permukaan, tapi besar di dalam. Data menunjukkan akhir 1996 saja, WHO memperkirakan jumlah orang yang terinfeksi HIV sampai 30 juta orang dan yang meninggal akibat AIDS 6,4 juta orang. Penderita AIDS paling banyak ditemukan di negeri Paman Sam yaitu 581.429 orang, disusul Brasil 103.262 orang, Tanzania 82.174 orang, Thailand 59.782 orang, dan Perancis 45.395 orang.

Di Afrika-di mana diperkirakan 1.000 anak-anak terinfeksi HIV setiap hari-tiga negara, selain Tanzania dilaporkan penderita AIDS lebih dari 50.000 orang. Negara-negara itu ialah Kenya, Zimbabwe, dan Uganda, yang kemudian disusul Malawi dan Zambia dengan penderita AIDS tidak jauh berbeda. Wuah, benar-benar gile, Non!

Di Asia tidak ada negara selain Thailand yang melaporkan jumlah kasus AIDS lebih dari sepuluh ribu. Negara dengan kasus AIDS mendekati Thailand ialah India sebanyak 3.000 kasus, Myanmar 1.822 dan Jepang 1.447 penderita.

Di Eropa, terutama di Perancis, tercatat jumlah penderita AIDS paling banyak yaitu 45.395 orang, melewati Spanyol 45.132 penderita. Kemudian disusul negerinya Valentino Rossi, Italia 38.418, Jerman dengan 16.138 dan Inggris sendiri mengoleksi 14.082. Brasil juga menyimpan penderita AIDS paling banyak, 103.262 penderita, dibandingkan negara Amerika Latin lainnya seperti Meksiko 29.962 dan Argentina 10.461. Kanada secara resmi melaporkan ada 14.836 dan Australia melaporkan 7.033 kasus.

Bagaimana di negerinya penggemar Sinchan ini? Hingga akhir Oktober 1998 jumlah penderita AIDS maupun pengidap HIV di wilayah Sumatera Utara saja telah mencapai 27 orang. Itu artinya Sumut menduduki urutan ke tujuh setelah DKI Jaya, Irian, Riau, Bali, Jawa Timur dan Sumatera Selatan. Akhir Oktober 1998 lalu telah mencapai 776 orang, 555 di antara mengidap HIV, yang meninggal sudah 111 orang (Kompas, 1 Desember 1998). Dan nggak mustahil, brur jumlah itu akan terus membengkak bila tak segera diselesaikan dengan benar dan baik. Tak mustahil pula bila tahun 2001 ini jumlah penderita penyakit ‘kutukan’ ini diperkirakan meningkat hingga sejuta orang. (woooo, takut).

Jalur Penyebaran AIDS

Nah, yang ini patut kamu waspadai, kamu musti terus memantau dengan media apa saja sebenarnya, virus HIV itu menyebar. Berdasarkan beberapa penelitian, AIDS paling efektif menyebar lewat hubungan seks. Baik antara laki dengan wanita, maupun yang homoseksual dan lesbian.

Bicara seks bebas, memang bukan monopoli anak sekarang aja. Sejak dulu, yang namanya seks bebas, baik yang di’bisnis’kan maupun yang liar sudah marak. Bersamaan dengan itu, muncul pula penyakit menular seksual (PMS), yang nggak kalah garang dari AIDS-seperti sipilis, gonorhoe, vietnam rose-dan bahkan para pelakunya orang-orang ngetop di jamannya. Seperti gerombolan Columbus, Julius Caesar dan Cleopatra VII, Raja Charles V, Charles VII, Raja Henry VIII, lalu Edward VI, Peter Agung, Katarina Agung, hingga Benito Mussolini, Napoleon Bonaparte, dan Adolf Hitler adalah tokoh-tokoh dunia yang terkenal sebagai penderita penyakit kotor sipilis dan gonorhoe. Itu dulu, kalo sekarang, rombongan ‘selebritis’ Hollywood macam Brad Davis, Rock Hudson, Fredy Mercury, Tony Richardson, dan Ian Charleson, mereka koit karena dihantam AIDS. Nah, lho, idola kamu ternyata bukan orang yang ‘bersih’. Kenapa musti diidolain, mati aja karena AIDS.

Media penyebaran AIDS lain yang cukup ampuh adalah melalui transfusi darah. Di ‘sektor’ ini, nggak musti orang yang berdosa tapi bisa juga orang baik-baik kena getahnya. Jadi kamu kudu hati-hati, jangan-jangan darah yang dikucurkan ke tubuh kamu saat melakukan transfusi darah adalah darah yang sudah terinfeksi dengan virus HIV. Ih, naudzubillahi mindzalik, jangan sampai deh. Perlu juga diwaspadai, penyebaran virus HIV lewat alat-alat kedokteran yang nggak steril. Contoh kasusnya memang sudah ada, di Amerika pernah ditemukan seorang gadis kecil yang kena AIDS setelah berobat ke dokter gigi yang lesbi. Berarti peralatan dokter gigi yang lesbi itu nggak steril, karena kebetulan si dokter kena AIDS. ih, mengerikan banget, ya?

Well, ada media yang cukup ‘sakti’ juga untuk menularkan HIV ini, yakni lewat narkoba. Wuah, di jalur ini kasusnya cukup banyak juga, Non. Mau tahu? Nih buktinya. Dari studi yang dilakukan, pakar AIDS Dr. Zubairi Djoerban dikemukakan sampai dengan bulan Oktober 1999, pasien baru yang didiagnosis atau dirujuk kepadanya-selaku spesialis penyakit dalam-biasanya 1-2 orang dalam satu bulan. Ditambahkan bahwa dalam tiga minggu pertama bulan November 1999, menemukan sembilan kasus baru infeksi HIV/AIDS, dan tiga diantaranya pecandu narkoba. Hih, ngeri, ya. Lebih menyeramkan lagi adalah penelitian beliau melalui Yayasan Pelita Ilmu yang diketuainya tentang penelitian pendahuluan terhadap ABG di daerah Blok M, yang hasilnya 7,5 % di antara mereka merupakan pecandu narkoba dan 12,3 % lainnya terlibat seks bebas (Media Indonesia, 30 Nopember 1999).

Kiat Islam Membabat AIDS

Sobat, bukti sudah berserakan, bahwa media penyebaran AIDS paling efektif dan ampuh adalah melalui jalur seks bebas dan menyimpang. Maka untuk menyelesaikan AIDS ini harus melibatkan semua unsur. Dan bukan dengan terapi yang asal-asalan atau seminar yang buang waktu serta uang.

Mempropagandakan pemakaian kondom. Itu nggak bakal menyelesaikan masalah, malah yang pasti menimbulkan masalah baru. Selain melanggengkan seks bebas, juga AIDS bakal makin merajalela. Nggak percaya? Jangan dicoba! Allah SWT berfirman: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (terj. Qs: An-Nuur; 30).

Islam melarang berdua-duaan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan dalam satu tempat tanpa kehadiran seorang mahram. Nabi SAW bersabda : “Ketika seorang laki-laki (pergi) berduaan dengan seorang wanita, maka setan menjadi orang ketiganya di sana.” Dalam Islam, campur baur bebas antara laki-laki dan wanita tanpa adanya keperluan dan kepentingan syar’i adalah terlarang. Islam memandang seks bebas sebagai sebuah malapetaka besar.

“…dan janganlah kamu datangi perbuatan keji, baik yang nampak diantaranya maupun yang tersembunyi….” (terj. QS :Al-An’am; 151).

Dan juga : “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (terj. Qs : Al-isra’: 32).

Pelaku perbuatan dosa besar ini akan menghadapi siksaan yang mengerikan dari Allah. Allah berfirman : “Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya ia mendapat (pembalasan) dosa (nya).” (terj.Qs Al-Furqon: 68).

Menurut Islam, siapa saja yang melakukan seks bebas akan diganjar sanksi hukum segera setelah persyaratan sanksi tersebut terpenuhi. Seperti pelaku perzinahan, mereka akan dirajam untuk yang sudah (pernah) berkeluarga, dan akan dijilid (cambuk) bagi yang masih lajang. Dengan demikian, Daulah Khilafah (negara Islam) akan menertibkan, lebih tepatnya memberangus tanpa ampun segala bentuk pergaulan bebas, perzinahan, dan prostitusi. Kemudian menghukum kaum homoseks dan lesbi. Karena semua itu adalah ‘pintu gerbang’ penyebaran AIDS secara efektif. Bagaimana dengan yang sudah kena AIDS seperti sekarang? Mereka harus dikarantina, jangan sampai deh mereka menularkan ‘benih’ virus HIV yang ada di tubuhnya ke orang lain.

Memang harus demikian caranya, sebab membabat penyebaran AIDS, hanya dengan meminggirkan kompleks pelacuran, dengan dalih mengganggu keindahan kota, atau membuat lembaga konseling remaja tentang AIDS kagak bisa nyelesein masalah. Satu-satunya cara hanya dengan memberlakukan tiga kontrol yang didapat dari perspektif Islam, pertama kontrol individu, yakni takwa individu harus terjaga dengan baik, kemudian yang kedua kontrol masyarakat, masyarakat harus sepakat bahwa pelecehan seksual, pelacuran, pergaulan bebas adalah dilarang oleh Islam, kemudian kontrol yang ketiga adalah kontrol negara, negara tidak boleh memberlakukan undang-undang sekuler, satu sisi mencegah menyebarnya AIDS, eeh Doly, tetap aja buka, khan sama aja, Mas.

Nah, mulai sekarang kamu jangan coba-coba nekat bergaul bebas baik dengan lawan jenis maupun sejenis, bagi kamu yang udah terlanjur pacaran, cepetan tobat deh, apalagi sampai kebablasan berzina, hiii, selain memang dosa, jangan-jangan kamu nanti menjadi penderita AIDS yang ke sekian. Udah deh, mendingan kamu tinggalin bergaul bebas itu, sudah nggak ada untungnya bisa-bisa kena AIDS, eee…trus mati, belum pernah ngerasain kripik singkongnya Mak Icha, MATI, kasihannn deeh, lo!!!.(LBR)

Aturan Pergaulan Dalam Islam

Fakta dan Realita

Hamil diluar nikah, pemerkosaan dan aborsi terjadi setiap hari dan bisa kita temukan pula beritanya setiap hari di media massa. Realita yang seperti ini oleh sebagian masyarakat dianggap sebagai sesuatu yang sudah biasa dan bukan lagi hal yang aneh. Namun bagi sebagian anggota masyarakat yang lain yang memiliki kepekaan akan merasakan kesedihan, kekhawatiran dan ketakutan terhadap kondisi seperti ini karena akibat buruk dari hal itu semua bisa jadi suatu saat menimpa anggota keluarga mereka. Salah satu faktor yang mengakibatkan itu semua adalah adanya pergaulan bebas dan pakaian yang mempertontonkan aurat. Oleh sebab itulah Allah SWT. mengatur secara khusus masalah pergaulan antara laki-laki dan wanita dalam rangka menyelamatkan kehormatan dan menentramkan mereka.

Pandangan Islam

Syari’at Islam merupakan syari’at yang sempurna, hal tersebut dapat dilihat dari cakupan syari’at Islam meliputi seluruh aspek kehidupan, baik itu ekonomi, sosial, politik dan sebagainya. Firman Allah SWT. “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Ku ridhloi Islam menjadi agamamu” (Al-Maidah 3)

Termasuk dalam masalah pergaulan laki-laki dan wanita, Islam mengatur dengan lengkap mulai dari cara berpakaian, cara bergaul, tempat pertemuannya dan hal-hal yang muncul dari pertemua/interaksi laki-laki dan wanita misalnya perkawinan, thalaq, hadlanah (mengasuh anak), dll.

Secara umum syari’at Islam mengatur pertemua/interaksi laki-laki dan wanita serta hal-hal yang muncul sebagai akibat dari pertemuan/interaksi tersebut atas dasar keberadaan mereka sebagai laki-laki dan wanita yang berlainan jenis yang masing-masing mempunyai gharizah an-nau (naluri seks). Aturan ini tidaklah menjadikan pemisahan laki-laki dan wanita didasarkan atas munculnya naluri seksual ketika mereka bertemu/berinteraksi dan aturan ini juga tidaklah mengekang/mematikan gharizah an-nau ini, tetapi mengatur pemenuhannya dengan cara yang proporsional dan wajar agar menghasilkan ketenangan dan ketentraman.

Pertemuan antara laki-laki dan wanita adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari selama mereka hidup bermasyarakat. Islam telah menjadikan kerjasama antara laki-laki dan wanita dalam aspek kehidupan dan interaksi antara laki-laki dan wanita sebagai sesuatu yang pasti dalam seluruh muamalah, karena semuanya adalah hamba Allah SWT, yang secara keseluruhan menjamin tercapainya kebaikan, ketaqwaan terhadap Allah SWT dan beribadah kepada-Nya. Ayat-ayat Al-Qur’an telah menyeru manusia kepada dakwah Islam tanpa memandang apakah mereka itu laki-laki atau wanita. Firman Allah SWT : “Katakanlah : Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua” (Al-A’raf : 158) “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu” (An-Nisa 1)

Terdapat pula ayat-ayat yang menyerukan kaum muslimin agar dalam berbuat senantiasa terikat dengan hukum-hukum Islam, Firman Allah SWT. : “Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul, apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberikan kehidupan kepada kamu” (Al-Anfal 24)

Ada juga ayat yang bersifat umum, seruanya mencakup laki-laki maupun wanita seperti firman Allah SWT : “Diwajibkan atas kamu berpuasa” (Al-Baqarah 183) “Dirikanlah sholat” (Al Baqarah 110) “Ambilah sebagian harti dari mereka (zakat)” (At Taubah 103)

Serta ayat-ayat selain itu, yang semuanya berbentuk umum, menyeru kepada laki-laki maupun wanita. Penegakan perintah-perintah tersebut mungkin terjadi jika di dalamnya ada pertemuan antara laki-laki dan wanita, bahkan dalam aktivitas yang sifatnya individual seperti sholat. Semua itu menunjukkan bahwa agama Islam membolehkan pertemuan antara laki-laki dan wanita untuk melaksanakan perintah-perintah Allah SWT yang dibebankan kepada mereka.

Meskipun demikian Islam tetap melarang hal-hal yang dapat mengantarkan kepada hubungan yang tidak sesuai dengan syariat Islam. Islam memberikan jalan keluar bagi laki-laki dan wanita untuk melaksanakan hubungan diantara keduanya dalam suatu peraturan yang khusus. Larangan ini sangat ditekankan, dan menjadikan “iffah” (terpelihara kehormatannya) sebagai hal yang wajib. Disamping itu Islam juga menjadikan setiap jalan, cara dan sarana yang dapat membantu mengantarkan manusia kepada keutamaan dan akhlak, menjadi perkara yang wajib, sebagaimana kaedah ushul : “Tidak sempurnanya kewajiban kecuali dengan sesuatu, maka sesuatu itu menjadi wajib”

Berdasarkan hal ini maka Islam membatasi hubungan antara laki-laki dan wanita dengan hukum syara yang khas. Hukum-hukum tersebut sangat banyak diantaranya adalah :

1. Islam memerintahkan kepada laki-laki dan wanita untuk menutup auratnya dihadapan orang yang bukan mahramnya dan memerintahkan pula agar menundukkan pandangan. Firman Allah SWT : “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman : Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya (farjinya), yang demikian itu adalah yang lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka perbuat”(An Nuur 30) “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min : Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka” (Al Ahzab 59) “Katakanlah kepada wanita yang beriman : hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluanya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kekrah-krah bajunya” (An Nuur 31)

2. Islam melarang khalwat (berdua-duaan) antara laki-laki dan wanita kecuali disertai mahramnya. Sabda Rasulullah Saw : “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali kali dia bersunyi-sunyi dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahramnya, karena yang ketiganya adalah syaitan” (Riwayat Ahmad)

3. Islam melarang seorang wanita melakukan perjalanan dari suatu tempat yang lain selama sehari semalam, kecuali bila disertai mahramnya. Sabda Rasulullah Saw. : “Tiada dihalalkan bagi seorang wanita yang percaya kepada Allah dan hari kemudian bepergian perjalanan sehari semalam kecuali bersama mahramnya” (Buhkori Muslim)

4. Islam menjaga dan menjadikan jama’ah kaum wanita terpisah dari jama’ah kaum laki-laki yang bukan mahram dalam kehidupan-kehidupan khusus di rumah, begitu pula di dalam masjid, sekolah dan lain-lain. Islam menjadikan wania hidup di tengah-tengah kaum wanita atau mahramnya dan laki-laki hidup di tengah-tengah kaum laki-laki. Islam menjadikan shaf sholat kaum wanita dibagian belakang dari shaf sholat kaum laki-laki. Namun demikian seorang wanita dapat melakukan aktivitas yang bersifat umum seperti jual beli dan sebagainya dan setelah itu kembali bersama kaum wanita atau mahramnya.

5. Islam mengupayakan adanya hubungan kerjasama antara laki-laki dan wanita dengan hubungan yang bersifat umum dalam urusan muamalah bukan hubungan yang bersifat khusus seperti saling mengunjungi antara laki-laki yang bukan mahram dengan seorang wanita atau bertamasya bersama-sama. Karena maksud kerjasama disini agar wanita secara langsung dapat memperoleh hak-hak serta mendapatkan kemaslahatan, disamping untuk melakukan kewajiban-kewajibanya.

KHATIMAH

Dengan hukum-hukum ini Islam membatasi pertemuan antara laki-laki dan wanita dari hal-hal yang dapat memalingkan kepada pertemuan yang mengarah kepada aspek seksual dan supaya pertemuan itu tetap dalam konteks kerjasama untuk mendapatkan kemaslahatan dan melakukan berbagai aktivitas. Dengan demikian Islam telah memecahkan interaksi-interaksi yang tumbuh dari kemaslahatan individu baik laki-laki maupun wanita. Islam juga memecahkan interaksi-interaksi yang muncul sebagai akibat dari adanya interaksi laki-laki dan wanita seperti urusan nafakah, anak, pernikahan dan lain dengan suatu bentuk pemecahan yaitu dengan membatasi interaksi tersebut sesuai dengan maksud diadakanya pertemuan tersebut dan menjauhkan laki-laki dan wanita dari interaksi yang mengarah pada aspek seksual saja. Wassalam

Etika Janazah Dan Ta’Ziah

1. Segera merawat janazah dan mengebumikannya untuk meringankan beban keluarganya dan sebagai rasa belas kasih terhadap mereka. Abu Hurairah di dalam haditsnya menyebutkan bahwasanya Rasulullah telah bersabda: ?Segeralah (di dalam mengurus) jenazah, sebab jika amal-amalnya shalih, maka kebaikanlah yang kamu berikan kepadanya; dan jika sebaliknya, maka keburukan-lah yang kamu lepaskan dari pundak kamu?. (Muttafaq alaih).
2. Tidak menangis dengan suara keras, tidak meratapinya dan tidak merobek-robek baju. Karena Rasulullah telah bersabda: ?Bukan golongan kami orang yang memukul-mukul pipinya dan merobek-robek bajunya, dan menyerukan kepada seruan jahiliyah?. (HR. Al-Bukhari).
3. Disunatkan mengantar janazah hingga dikubur. Rasulullah bersada: ?Barangsiapa yang menghadiri janazah hingga menshalatkannya, maka baginya (pahala) sebesar qirath; dan barangsiapa yang menghadirinya hingga dikuburkan maka baginya dua qirath?. Nabi ditanya: ?Apa yang disebut dua qirath itu??. Nabi menjawab: ?Seperti dua gunung yang sangat besar?. (Muttafaq?alaih).
4. Memuji si mayit (janazah) dengan mengingat dan menyebut kebaikan-kebaikannya dan tidak mencoba untuk menjelek-jelekkannya. Rasulullah bersabda:?Janganlah kamu mencaci-maki orang-orang yang telah mati, karena mereka telah sampai kepada apa yang telah mereka perbuat?. (HR. Al-Bukhari).
5. Memohonkan ampun untuk janazah setelah dikuburkan. Ibnu Umar pernah berkata: ?Adalah Rasulullah apabila selesai mengubur janazah, maka berdiri di atasnya dan bersabda:?Mohonkan ampunan untuk saudaramu ini, dan mintakan kepada Allah agar ia diberi keteguhan, karena dia sekarang akan ditanya?. (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Albani).
6. Disunatkan menghibur keluarga yang berduka dan memberikan makanan untuk mereka. Rasulullah telah bersabda: ?Buatkanlah makanan untuk keluarga Ja`far, karena mereka sedang ditimpa sesuatu yang membuat mereka sibuk?. (HR. Abu Daud dan dinilai hasan oleh Al-Albani).
7. Disunnatkan berta`ziah kepada keluarga korban dan menyarankan mereka untuk tetap sabar, dan mengatakan kepada mereka: ?Sesungguhnya milik Allahlah apa yang telah Dia ambil dan milik-Nya jualah apa yang Dia berikan; dan segala sesuatu disisi-Nya sudah ditetapkan ajalnya. Maka hendaklah kamu bersabar dan mengharap pahala dari-Nya?. (Muttafaq?alaih).

Etika Di Pasar

1. Hendaknya berdzikir kepada Allah di saat masuk ke pasar, karena Rasulullah bersabda: ?Barangsiapa yang masuk ke pasar lalu membaca:

?(Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah kerajaan, dan kepunyaan-Nyalah segala pujian, Dia yang menghidupkan dan yang mematikan, dan Dia Maha Hidup tidak akan mati; di tangan-Nyalah segala kebaikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu), maka Allah mencatat sejuta kebajikan baginya, dan menghapus sejuta dosa darinya, dan Dia tinggikan baginya sejuta derajat dan Dia bangunkan satu istana baginya di dalam surga?. (HR. Ahmad dan At-Turmudzi, di nilai hasan oleh Al-Albani).
2. Tidak menyaringkan suara dengan berbagai pertengkaran dan perdebatan. Di antara sifat kepribadian Nabi adalah Bahwasanya beliau bukanlah seorang yang keras kepala atau keras hati dan bukan pula orang yang suka teriak-teriak di pasar dan juga bukan orang yang membalas keburukan dengan keburukan, akan tetapi ia mema`afkan dan mengampuni?. (HR. Al-Bukhari).
3. Menjaga kebersihan pasar. Pasar tidak boleh dicemari dengan kotoran dan sampah, karena hal tersebut dapat melumpuhkan arus jalanan dan menjadi sumber bau busuk yang mengganggu.
4. Menjaga agar selalu memenuhi akad dan janji serta kesepakatan-kesepakatan di antara dua belah fihak (pembeli dan penjual). Allah berfirman yang artinya: ?Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad itu?. (Al-Ma?idah : 1)
5. Mengukuhkan jual beli dengan persaksian atau catatan (dokumentasi), karena Allah telah berfirman yang artinya: ?Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli?. (Al-Baqarah: 282).
6. Bersikap ramah dan memberikan kemudahan di dalam proses jual beli. Rasulullah bersabda: ?Allah akan belas kasih kepada seorang hamba yang ramah apabila menjual, ramah apabila membeli dan ramah apabila memberikan keputusan?. (HR. Al-Bukhari).
7. Jujur, terbuka dan tidak menyembunyikan cacat barang jualan. Rasulullah bersabda: ?Seorang muslim itu adalah saudara muslim lainnya, maka tidak halal bagi seorang muslim membeli dari saudaranya suatu pembelian yang ada cacatnya kecuali telah dijelaskannya terlebih dahulu?. (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani).
8. Jangan mudah mengobral sumpah di dalam berjual beli. Rasulullah bersabda: ?Hindarilah banyak bersumpah di dalam berjual-beli, karena sumpah itu dapat menghabiskan (barang) kemudian membatalkan (barakahnya)?. (HR. Muslim).
9. Menghindari penipuan, kecurangan dan pengkaburan serta berlebih-lebihan di dalam menarik keuntungan. Telah diriwayatkan bahwa sesungguhnya Nabi pernah menjumpai setumpuk makanan, maka Nabi memasukkan tangannya ke dalam tumpukan tersebut, maka jari-jemarinya basah. Maka beliau bersabda: ?Apa ini, wahai si pemilik makanan?? Pemilik makanan menjawab :Terkena hujan, wahai Rasulullah. Maka Nabi bersabda: ?Kenapa bagian yang basah tidak kamu letakkan di paling atas agar dilihat oleh manusia? Barangsiapa yang curang terhadap kami, maka ia bukan dari golongan kami?. (HR. Muslim).
10. Menghindari perbuatan curang di dalam menakar atau menimbang barang dan tidak menguranginya. Allah berfirman yang artinya: ?Celakalah bagi orang-orang yang curang, yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi?. (Al-Muthaffifin : 1-3).
11. Menghindari riba, penimbunan barang dan segala per-buatan yang dapat merugikan orang banyak. Rasulullah bersabda: ?Allah mengutuk (melaknat) pemakan riba, pemberinya, saksi dan penulisnya?. (HR. Ahmad, dan dishahihkan oleh Al-Albani). Dan Nabi bersabda: ?Tidak akan menimbun barang kecuali orang yang salah ?. (HR. Muslim).
12. Membersihkan pasar dari segala barang yang haram diperjual-belikan.
13. Menghindari promosi-promosi palsu yang bertujuan menarik perhatian pembeli dan mendorongnya untuk membeli, karena Rasulullah telah melarang najasy. (Muttafaq?alaih). Najasy adalah semacam promosi palsu.
14. Hindarilah penjulan barang rampasan (hasil ghashab) dan curian. Allah berfirman yang artinya: ?Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesama kamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu?. (Al-Nisa: 29).
15. Menundukkan pandangan mata dari wanita dan menghindar dari percampurbauran dan berdesak-desakan dengan mereka. Allah berfirman yang artinya: ?Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: ?Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: ?Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; (An-Nur: 30-31).
16. Selalu menjaga syi`ar-syi`ar agama (shalat berjama`ah, dll.), tidak melalaikan shalat berjama`ah karena berjual-beli. Maka sebaik-baik manusia adalah orang yang keduniaannya tidak membuatnya lalai terhadap masalah-masalah akhiratnya atau sebaliknya. Allah berfirman yang artinya: ?Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, dan (dari) mendirikan shalat, dan (dari) menunaikan zakat?. (An-Nur: 37).

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.